Sunday, March 15, 2009

Jealousy

You never know how I find you so disturbing
Tell everyone about your existence,
part of your narcism
Show everyone how much you care about them,
part of your obsession
Wanting everybody to always keep an eye on you, tell me honestly
how long you've been a celebrity
Everything you've done starts to make me sick
All you've said are neither wonderful nor idyllic
Why won't you see
Is it my time or yours to look inside
Can't get rid none of these out of sight
I just feel I'm right
It leaves me wondering
Now I'm surfing the tide
Is it your hypocracy or just my own jealousy

Labels:

Wednesday, March 11, 2009

Mendukung Sinetron Muslimah

Gw heran deh kenapa banyak orang di luar sana yang benci banget dengan sinetron Muslimah yang tayang di Indosiar setiap hari pukul 18.30-20.00 WIB. Ada yang bilang norak lah, nggilani lah, memojokkan wanita muslim lah bla bla. Bahkan sampai dilaporkan kepada Komisi Penyiaran Indonesia alias KPI dan KPI menanggapinya dengan memberikan teguran kepada Indosiar untuk memperbaiki isi sinetron tersebut pada 9 Januari 2009. Lebai!!! Hei...sadar dong orang-orang itu cuma sebuah cerita. Menurut gw yang ditayangkan dalam sinetron Muslimah itu jujur adanya, kira-kira begitulah kondisi masyarakat kita saat ini. Menentang poligami, namun sebaliknya malah melegalkan perzinahan (buktinya sampai sekarang lokalisasi-lokalisai atau rumah bordil dibiarkan saja oleh pemerintah). Kalau ada yang mengatakan bahwa sinetron ini penuh adegan penyiksaan yang dilakukan oleh majikan terhadap budak di negara Arab Saudi, sah-sah saja kan. Hal ini dapat memberikan efek psikologis tertentu bagi cewek-cewek Indonesia yang berniat jadi TKW di negara manapun. Jadi TKW tidak selamanya berujung pada uang atau kesuksesan. Terus gw juga mau protes kenapa yang disorot Muslimah saja, padahal masih banyak sinetron lain yang lebih norak plus kampungan. Isinya berkutat pada dunia remaja dan cinta.
Pokoknya two thumbs up deh buat sinetron ini. Yang paling gw suka dari sinetron ini adalah dialog-dialognya. Walaupun terkadang terdengar sarkastik, namun tidak jarang menyelipkan ajaran-ajaran yang baik (terutama kalau si Muslimah mulai ngomong). Namun dari semua tokoh, gw paling suka dengan tokoh ibu Alya (ibunya si Dafa)apalagi kalau dia terlibat perang mulut dengan Dafa dan Petty, duh dijamin seru abis deh. Nih coba loe denger sendiri. Maju terus sinetron Muslimah!

Labels:

Sunday, March 8, 2009

Selamat Jalan Wira

Malam ini Syifa ngasih tahu gw kalau Wira, sopir Syifa dan kawan-kawan selama menjalankan penelitian di Pulau Lombok, meninggal dunia dua hari lalu karena sakit liver yang sebenarnya telah dia idap sejak lima tahun lalu. Sukar dipercaya, dia terlalu muda untuk menghadap-Nya (katanya dia kelahiran 1988!!!). Rasanya baru kemarin Syifa dan gw ngejemput dia di Juanda, ngajak dia keliling Delta dan kampus FK Unair. Namun siapa yang mengira anak polos dari Lombok itu telah tiada. Tetapi kepergiannya telah membuka semua teka-teki tentang ide gilanya untuk jauh-jauh mengunjungi Surabaya. Cinta. Agaknya dia benar-benar mendambakan sebuah cinta sejati sebelum dia "pergi" yang ia yakini akan segera terjadi. Cinta dari seorang cewek Surabaya yang kebetulan ikut menjadi peserta penelitian di Lombok. Sayang cintanya bertepuk sebelah tangan. Toh walaupun begitu dia mungkin telah merasa lega telah menghabiskan beberapa saat bersama sang pujaan hati. Apakah itu yang benar-benar ia cari? Hanya Tuhan yang tahu. Wajah polos itu pandai menyimpan rahasia. Wira ini bukan sekedar sopir bagi teman-teman gw, tapi lebih dari itu. Sahabat, bisa dikatakan seperti itu atau bahkan seorang adik. Agaknya sifat polos dan ceplas-ceplosnya itu telah memenangkan hati teman-teman gw sehingga meskipun teman-teman gw sudah balik ke Surabaya, mereka tetap keep in touch. Rasanya baru kemarin kami semua memandang wajah naif itu. Rasanya baru kemarin kami mendengarkan dia berceloteh panjang lebar bahwa Surabaya jauh lebih maju daripada kampung halamannya, kalau dia suka makan Roti Boy. Rasanya baru kemarin dia bercerita dengan bangganya jika dia duduk bersebelahan dengan Ryan, vokalis D'Massive dalam penerbangan Mataram-Surabaya. Baru kemarin dia katakan "Akhirnya kujejakkan kakiku di Surabaya" dengan kacamata hitamnya yang aneh. Sekarang dia hanyalah kenangan dan warna kehidupan. Hanya hidup dalam memori kami semua. Kami pun berharap kami telah mewarnai hidupnya. Selamat jalan Wira.

Labels:

Friday, March 6, 2009

Postgirobygget - En Solskinsdag

Salah satu grup musik favorit gw dari Norwegia. Kemarin iseng-iseng gw cari video mereka lewat youtube dan menemukan lagu ini. Cathcy banget dengan lirik yang lucu nan gokil. Ah seandainya liburan gw sama seperti lirik yang mereka nyanyikan, pasti seru abis.

Jeg sitter ne' på berget og ser utover havet
en solskinnsdag i ferien min
i sommer skal jeg surfe stå på vannski og bade
ja denne ferien tror jeg blir fin

Forbi meg suser Andersen i sin kabincruiser
med alle sine venner ombord
det kryr av jenter der i gjennomsiktige bluser
som Andersen ble kjent med i fjor

Jeg titter på jenter jeg har solbriller på
så ingen riktig ser hvor jeg ser
den peneste av jentene tar av seg sin BH
og snur seg i mot meg og sier; Du si meg

Har du det bra
jo takk skal du ha
jeg har det bedre enn de fleste her tilstede
jeg smiler hver dag
fordi jeg er glad
det er så fint å leve si meg kan du ikke se det
og blir du med og lyser etter krabber
for krabber er det beste jeg vet

Vi reiser ut i båten min en hvit dromedille
hun sier hun er glad at jeg spurte
vi finner oss en holme det er fredelig og stille
jeg sier jeg er glad at jeg turte

Så sitter vi og koser oss til solen går ned
og månen atter titter frem
vi lyser etter krabber helt til klokka blir fire
fornøyde vi vender hjem hun sier

Takk for i dag
jeg har hatt det så bra
det har vært så gøy å være sammen med deg kjære
jeg gleder meg til midda'
klokka to i morra
vi har hatt det så fint kanskje er det mer i gjære
jeg dekker på med lys og røde roser
og åpner en veuve cliquot

Nå har jeg det bra
og takk skal du ha
jeg har det bedre enn de fleste her tilstede
jeg smiler hver dag
fordi jeg er glad
det er så fint å leve selv om stolbena er skjeve
jeg dekker på med lys og røde roser
og venter på at hun skal ringe på

Labels:

Labirin


Kupikir telah kutemukan jalan keluar,
namun kutemukan diriku berdiri
di sebuah persimpangan, persimpangan yang lain
Kurasa aku telah cukup dewasa
untuk memahami perubahan itu pasti,
yang pasti tak akan selalu sama
Kukira aku telah cukup bijaksana
untuk tidak menggugat Dia
atas takdir-takdir itu yang nampak buruk di mataku
Kupikir telah cukup cerdik diriku
belajar strategi terjitu untuk lolos dari labirin kehidupan
Kuyakin kan kujumpai persimpangan lagi
Biar saja

P.S.: Before it all goes unnoticed, I want to say I've got so sick about the way the things have turned out!

Labels: