Wednesday, October 7, 2009

Norwegia Negara Termakmur di Dunia, Ya Iyalah, Needless to Say



Norwegia mempertahankan posisinya sebagai negara dengan standar hidup terbaik di planet ini. Data yang dilansir PBB menempatkan negeri itu di posisi teratas. Sementara, Nigeria disemati status negara dengan tingkat perkembangan sumber daya manusia paling buruk.

Data yang dikumpulkan berdasar kondisi krisis global menunjukkan Norwegia, Australia, dan Islandia menjadi negara dengan standar kehidupan terbaik. Norwegia juga menjadi negara paling favorit untuk ditinggali. Sementara Nigeria, Afghanistan, dan Sierra Leon menduduki posisi terbawah negara dengan standar kehidupan dan harapan hidup terendah.

Indeks yang dilansir Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) tersebut disusun berdasar data pendapatan perkapita masyarakat pada 2007, pendidikan, dan tingkat harapan hidup di sebuah negara. Dari data tersebut UNDP mengelompokkan negara-negara di dunia menjadi dua kelompok. Yakni negara maju dan negara berkembang.

"Meski tampak kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namun perkembangan itu tetap tidak merata," tulis UNDP dalam pernyataan resmi seperti dikutip AFP kemarin. "Banyak negara mengalami kemunduran dalam beberapa dekade dalam menghadapi krisi ekonomi, konflik internal, dan epidemik HIV/AIDS. Semuanya itu bahkan sudah dirasakan sebelum adanya dampak krisis ekonomi global,".

Tingkat harapan hidup di Nigeria rata-rata 50 tahun, sekitar 30 tahun lebih pendek daripada Norwegia. Perbandingan pendapat perkapita antara kedua negara juga sangat mencolok. Jika orang Nigeria mendapat satu dolar (Rp 9.600), di Norwegia mereka mendapat USD 85 (Rp 800 ribu).

Orang Jepang mempunyai harapan hidup paling tinggi. Yakni rata-rata 82,7 tahun. Sementara rata-rata harapan hidup di negara perang, Afghanistan, cuma separonya, 43,6 tahun. Inggris hanya menduduki rangking 21, sebagai negara dengan standar hidup terbaik. Di bawah Amerika, Irlandia, dan Prancis. (JPNN)

Source:
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=70717

Good to read:
1. Teladan dari bangsa Skandinavia
2. Sebuah sapa dan cerita dari Norwegia untuk Indonesia

Labels: , ,

Sunday, August 16, 2009

In Love with Egalitarianism



Entah mengapa sejak sebulan terakhir aku jadi gandrung belajar bahasa Perancis, meski sebatas membaca buku-buku untuk pemula. Padahal dulu aku amat membenci segala hal yang berbau negeri berbendera merah-putih-biru ini sebab negara ini amat diskriminatif terhadap umat muslim yang merupakan kaum minoritas terbesar di sana. Selain itu konon orang Perancis terkenal xenophobia alias mudah curiga terhadap orang asing; juga lumayan chauvinist alias cinta tanah air yang hiperbolis. Eh iya lho, saya pernah nonton serial Amazing Race (tahu kan?) saat tengah berlangsung di Paris. Nah saat para pesertanya bingung mencari tempat-tempat tertentu di Paris, mereka bertanya dalam bahasa Inggris kepada penduduk lokal, eh mereka malah nyerocos en français. Dasar tidak menghargai! Mereka pikir semua orang di dunia ini mengerti bahasa mereka. Uggh menyebalkan. Tetapi kenapa ya tiba-tiba aku jadi tertarik dengan Perancis. Mungkinkah terkena karma ha ha ;)

Ngomong2 soal Perancis aku teringat semboyan revolusi Perancis. Itu lho liberte, egalite, fraternite (tahu kan artinya). Nah aku penasaran banget dengan semboyan yang nomor dua itu "egalite" yang artinya persamaan. Salah satu sikap orang Perancis (dan orang Barat pada umumnya) yang menurutku unik dan inspiratif adalah easygoing dalam hubungan antarmanusia. Tidak kaku atau penuh hirarki seperti di Asia pada umumnya. Semua manusia itu sama. Di Barat kita tidak perlu menyebutkan nama gelaran seseorang seperti mas, mbak, prof, kanjeng, nyai bla bla bla, kecuali bila bertemu satu sama lain kali pertama. Memang sih sebelum revolusi masyarakat Perancis sangat terbagi ke dalam kelas-kelas. Bangsawan, pedagang, petani. Tapi itu dulu.

Menurut KBBI kata egalitarianisme berarti doktrin atau pandangan yang menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat. Garis bawahi tuh. Sama derajat secara duniawi sebab menurut ajaran agama Islam tinggi rendahnya derajat seseorang dinilai dari iman dan takwa. Aku paling benci jika ada orang yang merendahkan pekerjaan orang lain. Mungkin banyak di antara kita yang meremehkan pekerjaan petani, tapi kita sering lupa tanpa jasa para petani kita akan kelaparan, Indonesia tidak akan jadi negara berswasembada pangan. Mindset seperti inilah yang mungkin menyebabkan banyak pemuda desa enggan atau malu meneruskan pekerjaan orang tua mereka untuk bercocok tanam. Akibatnya terjadilah urbanisasi, timbul masalah di perkotaan, dan begitulah seterusnya. Contoh lain adalah pekerjaan sebagai tukang sampah, pasti banyak yang mencibir. Asal tahu saja upah yang diterima tukang sampah tuh tidak lebih dari 500 ribu di tempatku. Minim banget lah. Tidak sebanding dengan beratnya pekerjaan dan risiko yang dihadapi berkenaan dengan kesehatan mereka. Aku tahu soal ini sebab saat momen lebaran biasanya orang tuaku mengundang sejumlah tukang sampah untuk diberi "salam tempel" sebagai ucapan terima kasih kami. Mereka sering mengeluhkan sikap orang-orang yang kurang perhatian dengan mereka, mungkin secara finansial kali ya. Itulah sebagian contoh kecil yang sering kita jumpai sehari-hari.

Aku mengamati semakin lama kedudukan orang di sini ditentukan oleh posesi dan posisi, dan aku benci akan hal ini. Beda banget kan cara kita memandang atau menilai atau bahkan memperlakukan orang yang mengendarai mobil Porsche (emang ada ya di sini he he) dengan orang yang pakai Suzuki Carry. Di rumah sakit pemerintah selalu ada pembedaan perlakuan antara pasien umum yang bayar sendiri dan maskin yang dibayari negara karena untuk makan saja susah. Golongan terakhir inilah yang kerap mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari tenaga medis. Dibentak, disindir, dimarahi kerap menjadi santapan sehari-hari saat mereka harus ngamar di RS. Ini juga kali ya penyebab seorang tenaga medis sering dituntut secara hukum, sebab underlying case-nya tuh rasa sakit hati pasien yang tersamarkan dengan tuduhan malpraktik. Ini semua hanya analisaku saja lho, tidak ada maksud tertentu. Kita cenderung menilai orang dari penampilan luar saja. Seandainya kita jalan-jalan ke Amsterdam (amin..amin ;) dan berpapasan dengan orang berpakaian kantoran naik sepeda, orang Indonesia pasti tidak mengira dia adalah CEO perusahaan besar, padahal itu hal biasa. Kita saja yang terlalu terbiasa lihat mobil-mobil dan sepeda motor berseliweran di jalan. Bahkan seorang ratu Beatrix bisa santai berbelanja tanpa harus diganggu rakyatnya yang ingin berfoto bersama he he. Ini bukan dongeng lho,ini kubaca dari buku Introductory to Living in Holland.

Mungkin sudah saatnya kita menjadi orang-orang egaliter, memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan, tidak usah gengsian, tidak zaman lagi gila hormat atau menuliskan gelar kesarjanaan dengan berlebihan ;). Egalitarianisme juga sangat bermanfaat dalam penegakan hukum dan pemberantasan KKN. Orang tidak perlu lagi meninjau latar belakang (atau pertimbangan apapun lah) dari orang yang layak dihukum. Mau dia besan presiden kek, mantan gubernur kek, mantan menteri kek; kalau bersalah ya tetap harus dihukum. Bukankah kita semua juga sama di mata hukum. Tout ce qui brille n'est pas or.

Labels:

Tuesday, May 5, 2009

Monolog

Kemarin secara kebetulan menemukan tulisan atau kutipan yang lucu dari buku pelajaran bahasa Jerman saat zaman SMA dulu. Isinya tentang kisah seorang dokter keluarga yang sedang mengunjungi pasien yang telah dia rawat. Sepanjang tulisan hanya si dokter ini yang berbicara melulu tanpa memberikan kesempatan kepada pasien untuk berbicara. Jadi mirip sebuah monolog ;)

Ein Krankenbesuch

Der Hausartz: “ Wie geht es Ihnen denn heute, Herr Börner? Lassen Sie mich einmal Ihren Puls fühlen! – Ach, schon viel besser, er schlägt nicht mehr so schnell. Ich glaube, Sie haben kein hohes Fieber mehr. Machen Sie bitte einmal den Mund auf! -Hm, die Zunge ist noch etwas belegt. Die Rötung hinten im Hals ist auch noch nicht zurückgegangen. Sie müssen täglich zweimal das Fieber messen, vergessen Sie das nicht- Nun setzen Sie sich bitte auf und machen sich oben frei! Ich möchte Ihre Lungen abhorchen, um zu sehen, ob da alles in Ordnung ist. – Atmen Sie tief! Noch einmal! Und jetzt atmen Sie nicht! Gut! Da ist nichts, die Grippe haben Sie bald überstanden. Ein paar Tage müssen Sie aber dabei immer fest zu, damit Sie keine Lungenentzündung bekommen! Ich verschreibe Ihnen noch etwas. – So, hier ist das Rezept. Die einen Tabletten nehmen Sie dreimal täglich möglichst nach dem Essen. Die anderen nehmen Sie stündlich. Aber schlucken Sie sie nicht nicht hinunter! Sie müssen sie lutschen. Gurgeln Sie regelmäßig; dazu geben Sie 20 Tropfen von dem dritten. Medikament in ein Glas Wasser! Seien Sie vorsichtig, damit Sie niemanden anstecken! Lassen Sie keinen aus Ihrem Glas trinken! So jetzt muß ich wieder gehen. Ich habe um 4 Uhr Sprechstunde; sicher warten schon viele Patienten auf mich. – Auf Wiedersehen und gute Besserung! Ich schaue morgen noch einmal herein. In einer Woche fehlt Ihnen sicher nicht mehr!“

Labels: ,

Wednesday, March 11, 2009

Mendukung Sinetron Muslimah

Gw heran deh kenapa banyak orang di luar sana yang benci banget dengan sinetron Muslimah yang tayang di Indosiar setiap hari pukul 18.30-20.00 WIB. Ada yang bilang norak lah, nggilani lah, memojokkan wanita muslim lah bla bla. Bahkan sampai dilaporkan kepada Komisi Penyiaran Indonesia alias KPI dan KPI menanggapinya dengan memberikan teguran kepada Indosiar untuk memperbaiki isi sinetron tersebut pada 9 Januari 2009. Lebai!!! Hei...sadar dong orang-orang itu cuma sebuah cerita. Menurut gw yang ditayangkan dalam sinetron Muslimah itu jujur adanya, kira-kira begitulah kondisi masyarakat kita saat ini. Menentang poligami, namun sebaliknya malah melegalkan perzinahan (buktinya sampai sekarang lokalisasi-lokalisai atau rumah bordil dibiarkan saja oleh pemerintah). Kalau ada yang mengatakan bahwa sinetron ini penuh adegan penyiksaan yang dilakukan oleh majikan terhadap budak di negara Arab Saudi, sah-sah saja kan. Hal ini dapat memberikan efek psikologis tertentu bagi cewek-cewek Indonesia yang berniat jadi TKW di negara manapun. Jadi TKW tidak selamanya berujung pada uang atau kesuksesan. Terus gw juga mau protes kenapa yang disorot Muslimah saja, padahal masih banyak sinetron lain yang lebih norak plus kampungan. Isinya berkutat pada dunia remaja dan cinta.
Pokoknya two thumbs up deh buat sinetron ini. Yang paling gw suka dari sinetron ini adalah dialog-dialognya. Walaupun terkadang terdengar sarkastik, namun tidak jarang menyelipkan ajaran-ajaran yang baik (terutama kalau si Muslimah mulai ngomong). Namun dari semua tokoh, gw paling suka dengan tokoh ibu Alya (ibunya si Dafa)apalagi kalau dia terlibat perang mulut dengan Dafa dan Petty, duh dijamin seru abis deh. Nih coba loe denger sendiri. Maju terus sinetron Muslimah!

Labels:

Sunday, March 8, 2009

Selamat Jalan Wira

Malam ini Syifa ngasih tahu gw kalau Wira, sopir Syifa dan kawan-kawan selama menjalankan penelitian di Pulau Lombok, meninggal dunia dua hari lalu karena sakit liver yang sebenarnya telah dia idap sejak lima tahun lalu. Sukar dipercaya, dia terlalu muda untuk menghadap-Nya (katanya dia kelahiran 1988!!!). Rasanya baru kemarin Syifa dan gw ngejemput dia di Juanda, ngajak dia keliling Delta dan kampus FK Unair. Namun siapa yang mengira anak polos dari Lombok itu telah tiada. Tetapi kepergiannya telah membuka semua teka-teki tentang ide gilanya untuk jauh-jauh mengunjungi Surabaya. Cinta. Agaknya dia benar-benar mendambakan sebuah cinta sejati sebelum dia "pergi" yang ia yakini akan segera terjadi. Cinta dari seorang cewek Surabaya yang kebetulan ikut menjadi peserta penelitian di Lombok. Sayang cintanya bertepuk sebelah tangan. Toh walaupun begitu dia mungkin telah merasa lega telah menghabiskan beberapa saat bersama sang pujaan hati. Apakah itu yang benar-benar ia cari? Hanya Tuhan yang tahu. Wajah polos itu pandai menyimpan rahasia. Wira ini bukan sekedar sopir bagi teman-teman gw, tapi lebih dari itu. Sahabat, bisa dikatakan seperti itu atau bahkan seorang adik. Agaknya sifat polos dan ceplas-ceplosnya itu telah memenangkan hati teman-teman gw sehingga meskipun teman-teman gw sudah balik ke Surabaya, mereka tetap keep in touch. Rasanya baru kemarin kami semua memandang wajah naif itu. Rasanya baru kemarin kami mendengarkan dia berceloteh panjang lebar bahwa Surabaya jauh lebih maju daripada kampung halamannya, kalau dia suka makan Roti Boy. Rasanya baru kemarin dia bercerita dengan bangganya jika dia duduk bersebelahan dengan Ryan, vokalis D'Massive dalam penerbangan Mataram-Surabaya. Baru kemarin dia katakan "Akhirnya kujejakkan kakiku di Surabaya" dengan kacamata hitamnya yang aneh. Sekarang dia hanyalah kenangan dan warna kehidupan. Hanya hidup dalam memori kami semua. Kami pun berharap kami telah mewarnai hidupnya. Selamat jalan Wira.

Labels:

Friday, February 20, 2009

New Scandinavian Cooking dan Gerakan Makan di Rumah?


Sejak berlangganan teve kabel (TelkomVision ) dua bulan lalu, banyak kanal-kanal teve luar negeri yang sekarang bisa gw akses. Tapi dari semua kanal tersebut yang paling sering gw pelototin antara lain NatGeo, Discovery Channel, Discovery Travel & Living, dan pastinya Asian Food Channel (AFC). Yang terakhir ini merupakan saluran wajib bagi para pecinta makanan sebab selama 24-7 (tahu kan maksudnya: 24 hours a day, 7 days a week) kita bakal disuguhi bejibun program memasak, baik masakan Asia maupun Barat, dan culinary travel.

Gw merasa teruja banget deh dengan AFC ini, secara gw adalah seorang foodie. Dan program yang lumayan gw ikutin dengan setia bertitel "New Scandinavian Cooking". Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau dalam program ini semua masakan berhubungan dengan Skandinavia. Ada beberapa alasan kenapa gw demen banget dengan program ini. Pertama dan terutama karena gw sangat terobsesi dengan Skandinavia entah itu kultur, masyarakat, bahasa, ataupun sejarahnya (yeah Viking bro, Viking). Alasan lain adalah karena syutingnya dilakukan di berbagai tempat eksotis dan breathtaking di Skandinavia walau sampai episode terakhir yang gw lihat cuma berkisar di Denmark dan Norwegia. Entah kenapa gw demen banget dengan tempat-rempat yang dilatarbelakangi padang rumput dengan bunga-bunga eksotis di sana-sini, lautan nan biru, langit yang terbentang tanpa batas, suara pekikan burung camar, rumah-rumah kayu bercat pastel khas Nordik, oh God it's so idyllic. Pembawa acaranya pun berganti-ganti, bergantung lokasi syuting. Kalau di Denmark bakal dipandu oleh Mr. Claus Meyer dan di Norwegia oleh Andreas Viestad. Gw kagum banget dengan mereka sebab selain terampil dalam memasak, bahasa Inggris mereka itu oke banget. Dan aksen Scandinavianya (terutama si Claus Meyer) itu lho wooo terdengar gimana gitu di telinga, apalagi kalau Claus Meyer mulai ngomong kata "sugar", heboh deh. Kalau orang Indonesia ngomongnya kan ala American English gitu, tapi orang ini aneh banget British English bukan, American juga bukan. So apa dong? Kalo menurut gw dia ngomong Danish English deh soalnya pas ngomong kata "sugar" gw sepertinya mendengar semacam efek suara(cieee). Gw jadi bertanya-tanya apakah itu yang dinamakan the so-called Danish stød yang konon katanya membuat bahasa Denmark berbeda dari bahasa Norwegia dan Swedia. Oh ya "berbeda' di sini dalam artian terdengar lebih jelek daripada bahasa-bahasa negara tetangganya ha ha. Menurut gw bahasa Denmark tuh memang layak dinobatkan jadi salah satu bahasa terjelek di dunia, udah pronunciation-nya super aneh (sebab terlalu banyak reduksi vokal jadi terdengar seperti orang ngigau atau ngelantur gitu deh). Terus bahasa tulisnya tu modelnya seperti bahasa Inggris, ada huruf-huruf yang tidak perlu diucapkan (aneh kalau memang begitu, kenapa huruf-huruf itu harus ditulis?), tapi lebih inkonsisten.

Back to the topic. Intinya gw tuh dapat inspirasi untuk belajar memasak setelah menyaksikan program ini. Kebetulan juga gw lagi libur sampai Maret, jadi punya banyak kesempatan untuk berjibaku di dapur. Jadi hari Senin lalu gw pergi ke toko buku dan membeli buku kumpulan resep berjudul "Menu Sehat, Praktis & Lezat untuk 30 Hari". Gw langsung suka dengan buku ini karena resep-resep masakan yang ditampilkan sangat Indonesia dan bergambar (he he). Untuk tiap harinya kita diberi tiga variasi masakan so total gw dapat 90 plus 10 resep bonus. Sampai saat ini gw sudah mencoba dua resep yaitu rempeyek udang dan sayur labu Siam. It was totally to my surprise to find out I have pretty much good ear at cooking ha ha. GR nih, tapi gw ingat omongan orang Norwegia man burde ikke rose seg, jangan memuji diri sendiri. Yup, that's it for now. Sukseskan "gerakan makan di rumah" (as written in that book's foreword). Jeg kommer snart tilbake (I'm coming back soon ;)

Link: Claus Meyer dan Andreas Viestad

Labels:

Tuesday, December 30, 2008

Met Tahun Baru

Sepertinya aku harus melewatkan tahun baru di rumah dan belajar untuk ujian perbaikan. Wah gila semester ini nilaiku tidak jauh berubah dari semester lalu, sama-sama parahnya. Tapi entah kenapa aku merasa jauh lebih sakit hati saat mendapatkan nilai buruk sekarang. Mungkin saja ujian semester kali ini adalah jalan terakhir menaikkan IP-ku yang pas-pasan sehingga kalau ujiannya jeblok langsung jadi sakit hati. Mungkin saja aku merasa belajar sudah lumayan rajin (dan faktanya soal-soal ujian banyak yang sama dari tahun ke tahun), tapi yach masih apes selalu. Namun yang benar-benar bikin sakit hati adalah saat aku dapat bocoran soal, dah mencari jawaban yang benar eeeh tiba-tiba namaku masih nampang di daftar mahasiswa yang WAJIB mengulang. Tai...tai(oopsss ; habis dah emosi banget). Tapi kok bisa ya, padahal teman-temanku yang lain yang sama-sama dapat bocoran trus mencari jawaban bareng-bareng, and dah sepakat dengan jawaban itu lulus semua. Kalau tahu begini khan lebih baik ga usah dapat bocoran sekalian. Entahlah mungkin hal ini juga karena salahku sendiri yang terlalu dependen dengan orang lain, kurang teliti, dan yang paling penting aku merasa tidak mendapatkan faktor keberuntungan kali ini (mungkin ga ya?). Akhirnya aku teringat pesan bokap dan ustadku nih yakni bahwa kita harus percaya dengan kemampuan diri sendiri dan stay true to yourself. Apalah artinya bisa menjawab soal jika kita tidak mengerti maksud soal itu, lebih-lebih ilmu kedokteran adalah ilmu yang aplikatif. Ini bisa jadi renungan sekaligus teguran juga buat diriku yang doyan nyontek ha ha (ketahuan belangnya, tapi ga parah kok ;). Selalu ada pelajaran di balik sebuah kejadian.

You are exceptional
You are more worthy than anyone can measure
You can do something special
You have got something to give to others
You have done something you can be proud of
You've got a bundle of unused resources
You are good at something
You can accept others
You've got the capability to understand and learn from others
There are someone who love you
(Anti-Janteloven)

Labels:

Monday, December 1, 2008

Puas, Puas!!

Uugh hari ini layak dicatat sebagai salah satu hari terburukku. Hari ini hari pertama putaran clerkship di departemen bedah dan kelompokku (24 mahasiswa) kebagian bedah saraf dulu. Bete banget bo, udah molor dari jadwal (seharusnya masuk jam 9 pagi, tapi baru ke ruangan sekitar jam 10.30 getoo), topik yang dibahas ga sesuai (sedianya kami akan membahas hidrosefalus, neural tube defect, n craniostenosis, tapi malah bahas trauma aaaargh gw kan otomatis ga review itu kemarin malam). Alhasil gw masuk ruangan dengan kondisi yang udah ngantuk karena kelamaan nunggu n merasa bodoh karena ga baca topik yang memang seharusnya ga akan dibahas hari ini. Menyedihkan, ditambah cuaca yang tidak bersahabat. Mendung, becek, panazzz abis. Ah gw kok jadi banyak mengeluh ya ha ha. Tapi gw jadi puas setelah nulis kekesalan gw di blog ini. Puas, puas!!

Labels:

Wednesday, November 19, 2008

Hujan

Holy shit!! What did I dream of last night? Got to see that damned old bitch walking me by this morning and it made me sick.

Labels:

Tuesday, November 18, 2008

Mendung

Heute bin ich ziemlich müde. Tapi menyenangkan. Bersama kelompokku hari ini kami belajar di ruang persalinan aka verlos kamer (VK) di UGD dr. Soetomo lt. 2. Cukup banyak yang aku lihat dan pelajari hari ini. Melihat persalinan (partus) dengan divakum dan melihat pelaksanaan penjahitan episiotomi dua kali, juga diajari tentang partograf serta ada sesi tentiran. Thanx buat para dokter, PPDS (esp. dr. Mira) dan para perawat yang dengan sabar membimbing kelompokku di ruang VK. Tidak sabar untuk tahu kasus apa yang akan kulihat besok! Btw entah kenapa ya aku koq merasa lebih nyaman dengan clerkship di semester 7 ini daripada semester kemarin. Rasanya betul-betul lebih bisa dinikmati atau mungkin karena semester depan udah bakal jadi dokter muda ya sehingga merasa harus lebih serius kali ini. Semangat!

Labels: ,

Saturday, November 15, 2008

Haben Wir Uns Schonmal Gesehen?

Alhamdulillah, akhirnya gw bisa nulis posting pertama gw. Sebetulnya gw dah pernah bikin blog sih, tapi itu dikelola rame-rame sama gank gw. Gw mo cerita apa ya? Gimana kalo gw cerita tentang kegiatan gw hari ini. He he penting ga seeh?? Aduh sumpah ya hari ini gw tu super bete alias boring total. Mau baca diktat kuliah ga nafsu. Mau bersepeda, ga mood. Mau tidur-tiduran, bosan (ha ha ;). Gw tuh bete mikirin minggu depan dimana gw dah masuk periode clerkship di rumah sakit. Dua minggu di bagian obstetri-ginekologi dan dua minggu lagi di bagian bedah. Waaa gw jadi deg-degan. Tapi at least gw pernah punya pengalaman menjalani clerkship semester lalu jadi ga seberapa nervous lagi. Mmh moga-moga gw dapat menjalaninya dengan lancar dan mendapatkan ilmu lebih banyak khususnya ilmu klinik ob-gin dan bedah. Yang ke dua, gw tuh bete gara-gara tugas hafalan bahasa Arab belum nancap di otak. Uggh sebel banget. Tapi itu emang salah gw sendiri sih dasarnya cuz baru ngafalin dua hari sebelum jadwal gw belajar bahasa Arab ma salah satu ustad. Itu loh gw lagi belajar ilmu perubahan kata, bagaimana suatu kata dasar bisa berubah bentuk kata yang lain. Kalo dalam bahasa Indonesia ini hampir bisa disamakan dengan penambahan awalan (prefix), akhiran (suffix), sisipan (infix)dan yang sejenisnya ke dalam kata dasar (root word atau base word). Tapi sistem ini sungguh sangat rumit dalam bahasa Arab (yaa mungkin juga karena gw belum terbiasa). Gw ambil contoh kata dasar bahasa Arab fa'ala, oh ya kalo ga salah tiap kata dasar dalam bahasa Arab itu juga merupakan kata kerja bentuk lampau atau past tense untuk orang ke tiga tunggal maskulin (nah lo bingung kan). So fa'ala bisa diartikan dalam bahasa Inggris sebagai he did. Dari kata fa'ala bisa dikonjugasikan ke dalam kata kerja bentuk sekarang atau present tense menjadi yaf'ulu (he does atau he is doing). Lalu untuk bentuk pasif(passive voice)dari fa'ala yaitu fu'ila (was done) dan yuf'alu (is done). Itu baru untuk satu kata ganti orang loh! Dan perlu diketahui bahasa Arab punya 14 kata ganti!! Tuh bisa dibayangin betapa complicated-nya bahasa ini. Tapi kerumitan bahasa Arab inilah yang justru jadi kekuatannya terutama berkaitan dengan kemurnian Al Quran. Saking strict-nya bahasa ini kalo ditemukan kesalahan sedikit pasti langsung diketahui oleh para ahli nahu (tata bahasa), subhanallah! Dan masalahnya sekarangnya gw harus ngafalin 11 kata dasar berikut 12 turunannya, it's really a hard work!

Oh ya judul posting di atas tuh artinya "Sudah pernahkah kita bertemu?" (bahasa Jerman) cuz gw sekarang lagi baca-baca buku "Kencan dalam Bahasa Jerman" untuk ngilangin ke-bete-an gw. Lumayan menghibur sih isinya. Abis ini ingin masak nasi goreng buat makan malam, tapi bikin sebel juga, denn der is das einzige Gericht dass ich kochen kann. Ha ha.. Schönes Wochenende aja buat semuanya ;)

Labels: , ,