Friday, February 20, 2009

New Scandinavian Cooking dan Gerakan Makan di Rumah?


Sejak berlangganan teve kabel (TelkomVision ) dua bulan lalu, banyak kanal-kanal teve luar negeri yang sekarang bisa gw akses. Tapi dari semua kanal tersebut yang paling sering gw pelototin antara lain NatGeo, Discovery Channel, Discovery Travel & Living, dan pastinya Asian Food Channel (AFC). Yang terakhir ini merupakan saluran wajib bagi para pecinta makanan sebab selama 24-7 (tahu kan maksudnya: 24 hours a day, 7 days a week) kita bakal disuguhi bejibun program memasak, baik masakan Asia maupun Barat, dan culinary travel.

Gw merasa teruja banget deh dengan AFC ini, secara gw adalah seorang foodie. Dan program yang lumayan gw ikutin dengan setia bertitel "New Scandinavian Cooking". Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau dalam program ini semua masakan berhubungan dengan Skandinavia. Ada beberapa alasan kenapa gw demen banget dengan program ini. Pertama dan terutama karena gw sangat terobsesi dengan Skandinavia entah itu kultur, masyarakat, bahasa, ataupun sejarahnya (yeah Viking bro, Viking). Alasan lain adalah karena syutingnya dilakukan di berbagai tempat eksotis dan breathtaking di Skandinavia walau sampai episode terakhir yang gw lihat cuma berkisar di Denmark dan Norwegia. Entah kenapa gw demen banget dengan tempat-rempat yang dilatarbelakangi padang rumput dengan bunga-bunga eksotis di sana-sini, lautan nan biru, langit yang terbentang tanpa batas, suara pekikan burung camar, rumah-rumah kayu bercat pastel khas Nordik, oh God it's so idyllic. Pembawa acaranya pun berganti-ganti, bergantung lokasi syuting. Kalau di Denmark bakal dipandu oleh Mr. Claus Meyer dan di Norwegia oleh Andreas Viestad. Gw kagum banget dengan mereka sebab selain terampil dalam memasak, bahasa Inggris mereka itu oke banget. Dan aksen Scandinavianya (terutama si Claus Meyer) itu lho wooo terdengar gimana gitu di telinga, apalagi kalau Claus Meyer mulai ngomong kata "sugar", heboh deh. Kalau orang Indonesia ngomongnya kan ala American English gitu, tapi orang ini aneh banget British English bukan, American juga bukan. So apa dong? Kalo menurut gw dia ngomong Danish English deh soalnya pas ngomong kata "sugar" gw sepertinya mendengar semacam efek suara(cieee). Gw jadi bertanya-tanya apakah itu yang dinamakan the so-called Danish stød yang konon katanya membuat bahasa Denmark berbeda dari bahasa Norwegia dan Swedia. Oh ya "berbeda' di sini dalam artian terdengar lebih jelek daripada bahasa-bahasa negara tetangganya ha ha. Menurut gw bahasa Denmark tuh memang layak dinobatkan jadi salah satu bahasa terjelek di dunia, udah pronunciation-nya super aneh (sebab terlalu banyak reduksi vokal jadi terdengar seperti orang ngigau atau ngelantur gitu deh). Terus bahasa tulisnya tu modelnya seperti bahasa Inggris, ada huruf-huruf yang tidak perlu diucapkan (aneh kalau memang begitu, kenapa huruf-huruf itu harus ditulis?), tapi lebih inkonsisten.

Back to the topic. Intinya gw tuh dapat inspirasi untuk belajar memasak setelah menyaksikan program ini. Kebetulan juga gw lagi libur sampai Maret, jadi punya banyak kesempatan untuk berjibaku di dapur. Jadi hari Senin lalu gw pergi ke toko buku dan membeli buku kumpulan resep berjudul "Menu Sehat, Praktis & Lezat untuk 30 Hari". Gw langsung suka dengan buku ini karena resep-resep masakan yang ditampilkan sangat Indonesia dan bergambar (he he). Untuk tiap harinya kita diberi tiga variasi masakan so total gw dapat 90 plus 10 resep bonus. Sampai saat ini gw sudah mencoba dua resep yaitu rempeyek udang dan sayur labu Siam. It was totally to my surprise to find out I have pretty much good ear at cooking ha ha. GR nih, tapi gw ingat omongan orang Norwegia man burde ikke rose seg, jangan memuji diri sendiri. Yup, that's it for now. Sukseskan "gerakan makan di rumah" (as written in that book's foreword). Jeg kommer snart tilbake (I'm coming back soon ;)

Link: Claus Meyer dan Andreas Viestad

Labels: